create account

Sejarah Konsul Tiongkok Protes Atas Sentimen Anti Cina di Indonesia Imbas Pembakaran Pangkalan Brandan by isnorman

View this thread on steemit.com
· @isnorman ·
$0.82
Sejarah Konsul Tiongkok Protes Atas Sentimen Anti Cina di Indonesia Imbas Pembakaran Pangkalan Brandan
**Konsulat Jenderal Tiongkok (Cina) di Jakarta melayangkan protes kepada Wakil Presiden Muhammad Hatta. Mereka mempertanyakan tentang keberadaan etnis Tionghoa di Pangkalan Branda yang mengalami penganiayaan.**

Sejarawan Aceh, Talsya dalam buku *Modal Perjuangan Kemerdekaan* menjelaskan, menanggapi protes tersebut, pada 23 Agustus 1947, Wakil Presiden Muhammad Hatta yang merangkap jabatan sebagai Wakil Panglima Tertinggi, memerintahkan tentara, lasykar, kepala daerah dan polisi untuk melakukan penyelidikan tentang sentimen anti Cina tersebut.

Hasilnya diketahui, sentiment anti Cina muncul hanya di beberapa daerah yang telah diduduki NICA/Sekutu. Karena di daerah pendudukannya Sekutu membentuk Poh An Tui milisi Cina yang dididik secara militer dan dipersenjatai untuk memerangi kelompok pejuang Republik Indonesia. Poh An Tui dibentuk pada 1 April 1946, atas persetujuan mantan Gubernur Hindia Belanda di Sumatera AJ Spits. Hal inilah yang membuat sentiment anti Cina merebak di mana-mana.

![Brandan dibakar.jpg](https://cdn.steemitimages.com/DQmQLhH3nzrZmdj5reoyZZFguEab38cFeQ4fCyMXeG8YqCa/Brandan%20dibakar.jpg)
*Asap mengepul dari kilang minyak Pangkalan Brandan yang dibakar pejuang Aceh untuk menghalau pasukan Sekutu pada perang front Medan area [sumber](Repro:_Talsya)*

Sementara di daerah yang tidak berhasil dimasuki NICA/Sekutu, keberadaan etnis Tionghoa aman-aman saja. Seperti di Aceh misalnya, malah Gabungan Perkumpulan Tionghoa Perantau (GPTP) di berbagai daerah di Aceh ikut menyumbang dana untuk perjuangan melalui lembaga Dewan Perjuangan Rakyat di berbagai daerah di Aceh.

Isu tentang penganiayaan terhadap etnis Tionghoa memang sering digembar-gemborkan oleh Belanda melalui NICA/Sekutu di luar negeri. Hal ini pula kemudian membuat Dewan Pimpinan Pemuda Keresidenan dan Ikatan Pemuda Tionghoa Keresidenan Aceh pada 23 September 1947 mengeluarkan maklumat bersama untuk membantah isu-isu yang digembar-gemborkan Belanda itu.

Propaganda Belanda terhadap keberadaan etnis Tionghoa semakin gencar dilakukan ketika mereka gagal masuk ke Aceh. Sudah dua tahun keberadaan mereka di Sumatera, yakni sejak 25 Agustus 1945 hingga Agustus 1947 Belanda bersama NICA/Sekutu tak bisa mendekati perbatasan Aceh. Malah para pejuang dari Aceh yang datang ke front Medan area untuk berperang, mengusir Belanda dari Sumatera.

Akibat gencarnya perang di front Medan Area, kota Medan dan sekitarnya jadi lautan api. Dampak dari perang Medan area juga menyebabkan jumlah pengungsi dari berbagai daerah di Sumatera ke Aceh mendekati satu juta jiwa. Bukan hanya kaum pribumi tapi juga etnis Tionghoa ikut eksodus ke Aceh.

![brandang puing2.jpg](https://cdn.steemitimages.com/DQmefxe9BoZgG3NbwS1sntY63NHK5GpJCixPGHm3bumteU9/brandang%20puing2.jpg)
*Perwira penerangan dari Batalyon X Banda Aceh memeriksa puing Pangkalan Brandan setelah dibakar [sumber](Repro:_Talsya)*

Seperti terjadi pada 22 Agustsu 1947, ketika Kota Pangkalan Brandan dibumihanguskan  akibat perang, penduduk Brandan dan sekitar diungsikan ke wilayah Aceh, termasuk penduduk dari etnis Tionghoa. Tapi pihak Belanda mempropagandakan bahwa etnis Tionghoa mengalami penderitaan akibat peristiwa tersebut. Hal inilah yang menyebabkan Konsulat Jenderal Tiongkok (Cina) di Jakarta melayangkan protes kepada Wakil Presiden Muhammad Hatta.

Pemerintah Residen Aceh bersama tokoh masyarakat Tionghoa membantah propaganda Belanda tersebut. Salah satu bantahan disampaikan oleh Ketua Perkumpul Buruh Tionghoa Aceh Timur, Foen Min Tjau di Langsa. Bantahan itu juga dimuat di surat kabar harian *Semangat Merdeka* No. 191, tanggal 26 Agustus 1947.

Dalam bantahannya Foen Min Tjau menjelaskan, segenap etnis Tionghoa di Aceh Timur dan etnis Tionghoa dari Langkat (Pangkalan Brandan) yang mengungsi ke Aceh karena serangan Belanda, berada dalam keadaan aman di bawah perlindungan pemerintah Residen Aceh.

Foen Min Tjau juga meminta kepada bangsa-bangsa di dunia internasional untuk maklum dan memahami tentang peristiwa yang sebenarnya. Ia juga mendesak Konsul Jenderal Tiongkok di Jakarta supaya menyerukan segenap etnis Tionghoa yang diperalat Sekutu, seperti kelompok milisi Poh An Tui, segera insaf dan menyokong Indonesia dengan motto: Mari kita sama-sama bekerja untuk mencapai perdamaian dunia.

Perintah mengungsi masyarakat Brandan dan Sumatera Timur ke Aceh disampaikan sejak 10 Agustus 2047. Kala itu tentara Belanda terus mendesak maju berusaha menduduki kota minyak Pangkalan Brandan. Karena gerakan Belanda yang sudah semakin gencar, maka Panglima Divisi X dari Aceh mengeluarkan perintah No.14 mengenai perintah bumi hangus tambang minyak Pangkalan Brandan.

![brandan titi darurat.jpg](https://cdn.steemitimages.com/DQmTZR887sLmBG8NEDxHw63Q652qRwfqGGbuGfbJpXmJxd1/brandan%20titi%20darurat.jpg)
*Rakit darurat setelah jembatan diledakkan oleh pejuang Aceh di front Medan area agar untuk menghalau gerak tentara Sekutu [sumber](Repro:_Talsya)*

72 jam sebelum bumi hangus dilakukan, perintah mengungsi kepada masyarakat disampaikan, termasuk kepada masyarakat etnis Tionghoa melalui organisasi Gabungan Persatuan Tionghoa Perantau (GPTP) Pangkalan Brandan.  

Tapi awalnya masyarakat etnis Tionghoa mengabaikannya, 36 jam menjelang pembumihangusan Pangkalan Brandan, Jenderal Mayor Trituler Amir Husin Al Mujahid bersama Mayor Nyak Neh dan Komandan Brigade Langkat Area Letnan Kolonel Hasballah Hadji, kembali memberitahukan kepada etnis Tionghoa untuk mengungsi.

Kemudian 12 jam menjelang pembumihangusan pangkalan minyak Pangkalan Brandan, Komandan Brigade Langkat Area Letnan Kolonel Hasballah Hadji kembali menyampaikan pesan yang sama kepada etnis Tionghoa, setelah tiga kali pemberitahuan, baru sebagian dari etnis Tionghoa yang mengungsi ke Aceh.
👍  , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
properties (37)
authorisnorman
permlinksejarah-konsul-tiongkok-protes-atas-sentimen-anti-cina-di-indonesia-imbas-pembakaran-pangkalan-brandan
categorystory
json_metadata{"tags":["story","aceh","indonesia","garudakita","sevenfingers"],"image":["https://cdn.steemitimages.com/DQmQLhH3nzrZmdj5reoyZZFguEab38cFeQ4fCyMXeG8YqCa/Brandan%20dibakar.jpg","https://cdn.steemitimages.com/DQmefxe9BoZgG3NbwS1sntY63NHK5GpJCixPGHm3bumteU9/brandang%20puing2.jpg","https://cdn.steemitimages.com/DQmTZR887sLmBG8NEDxHw63Q652qRwfqGGbuGfbJpXmJxd1/brandan%20titi%20darurat.jpg"],"links":["Repro:_Talsya"],"app":"steemit/0.1","format":"markdown"}
last_update2018-11-13 15:13:15
created2018-11-13 15:13:15
active2018-11-13 15:13:15
last_payout2018-11-20 15:13:15
depth0
children0
net_rshares0
vote_rshares0
children_abs_rshares0
cashout_time1969-12-31 23:59:59
max_cashout_time1969-12-31 23:59:59
total_vote_weight0
reward_weight10,000
total_payout_value0.628 SBD
curator_payout_value0.189 SBD
author_rewards1,098
net_votes53
root_authorisnorman
root_permlinksejarah-konsul-tiongkok-protes-atas-sentimen-anti-cina-di-indonesia-imbas-pembakaran-pangkalan-brandan
max_accepted_payout1,000,000.000 SBD
percent_steem_dollars10,000
allow_repliestrue
allow_votestrue
allow_curation_rewardstrue
beneficiaries[]
root_title"Sejarah Konsul Tiongkok Protes Atas Sentimen Anti Cina di Indonesia Imbas Pembakaran Pangkalan Brandan"
pending_payout_value0.000 SBD
total_pending_payout_value0.000 STEEM
author_reputation2,532,662,069,814
promoted0.000 SBD
body_length0
reblogged_by[]
author_curate_reward""
vote details (55)